Penanda \pn dan \nd dalam judul menghasilkan teks yang tidak memiliki semua atribut karakter lainnya dari sisa teks. Misalnya, teks dalam \pn …\pn* akan dicetak miring, tetapi tidak tebal seperti sisa judul lainnya dengan PrintDraft dan Publishing Assistant. (Pathways membuat kekacauan total pada font dan gaya, meskipun setidaknya ukuran fontnya sama dengan teks di sekitarnya.)
Dalam catatan kaki, notasi +pn …+pn* dapat digunakan, tetapi dalam judul ini menyebabkan Paratext menampilkan penanda ini dalam warna merah, yaitu sebagai kesalahan.
Bagaimana penanda semacam itu harus digunakan dalam judul?
\pn and \nd markers in headings result in text that has not all the other character attributes of the rest of the text. E.g. the text in \pn …\pn* will be in italics, but not bold like the rest of the heading with PrintDraft and with Publishing Assistant. (Pathways makes a total mess of fonts and styles, though at least the font sizes are the same as the surrounding text.)
In footnotes the notation +pn …+pn* can be used, but in headings this results in Paratext showing these markers in red, i.e. as errors.
How are such markers to be used in headings?
Diterjemahkan secara otomatis dari English