Apakah Anda sudah mencoba menyesuaikan faktor Space Before/After (Ruang Sebelum/Sesudah) untuk gaya-gaya ini?

Perhatikan bahwa setiap gaya memiliki faktor "before" (sebelum) dan "after" (sesudah), dan nilai-nilai ini digabungkan (ditambahkan) dengan nilai-nilai yang sesuai dari gaya di atas dan di bawah gaya yang dimaksud. Komplikasi lainnya adalah bahwa teks itu sendiri terkunci ke grid, sehingga nilai yang Anda masukkan di sini tidak selalu menghasilkan hasil yang Anda harapkan karena adanya grid.
Anda mungkin juga ingin bereksperimen dengan fitur baru (versi 2.6 atau lebih baru) yang memungkinkan teks keluar dari grid:

Ini memungkinkan kontrol yang lebih baik atas spasi, tetapi memiliki efek menarik lainnya - dan hanya direkomendasikan untuk cetakan DRAFT (draf) dan cetakan pendek di atas kertas yang lebih tebal. Hindari menggunakan fitur ini untuk kertas Alkitab yang tipis dan cetakan produksi besar.
Have you tried adjusting the Space Before/After factors for these styles?

Note that each style has both a before and after "factor", and these combine with (get added to) the corresponding values of the styles above and below the style in question. Another complication is that the text itself gets locked to the grid, so the values you enter here won't always produce the results you expect due to the grid.
You may want to also experiment with a new feature (2.6 or later) allowing the text to go off the grid:

This allows more control over the spacing, but has other interesting effects - and is only recommended for DRAFT printouts and short runs on thicker paper. Avoid using this feature for thin Bible paper and large production runs.
Diterjemahkan secara otomatis dari English